Rasulullah diutus ke muka bumi in dengan berbagai tujuan,dan diantaranya untuk menegakkan syariat islam ini,menjadikan kalimatullahi hiya ulya wa kalimatul kufri hiya suflaa ,Allah menegaskan didalam Al-Qur'an :
هو الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله ولو كره المشركون
Ayat berula ng 3 kali didalam Alqur'an dan itu cukup untuk menunjukkan pentingnya kandungan ayat ini,dimana Allah menguts Rasul-Nya untuk menjadikan Agama ini diatas semua agama yang ada,,menjadikan agama ini menjadi Undang-undang yg dianut seluruh manusia,menjadikan agama ini agama yang mengatur seluruh kehidupan manusia meskipun Islam tidak memaksaakan agar manusia memeluknya,akan tetapi sudah seharusnya Agama islam Agama yang paling tinggi,Namun
Kalau kita memperhatikan realitas kehidupan umat Islam saat ini, maka kita sangat sedih sekali, karena umat Islam yang memegang kebenaran, meyakini kebenaran dan mengamalkan kebenaran, hidup dalam satu kondisi yang terhina, nista, tertekan oleh bangsa-bangsa dan umat-umat yang lain. Padahal kemuliaan manusia yang diberikan oleh Allah disebabkan karena kita berinteraksi dengan nilai-nilai Islam itu sendiri.
Umar Ibnul Khaththab ra, pernah mengatakan kepada para sahabat-sahabatnya:
نحن قوم أعززنا الله بالإسلام
"Kita adalah suatu kaum yang Allah muliakan dengan Islam".
Betapa banyak kaum muslimin yang ‘terjajah’ oleh kaum kafir, dari segi lahiriah dan batiniah. Betapa banyak dari kaum muslimin yang menghinakan dirinya dengan ‘melatahkan diri‘ kepada orang-orang kafir karena menganggap hal itu sebagai kemajuan, dan sebaliknya mereka beranggapan bahwa berpegang teguh kepada Islam adalah suatu keterbelakangan dan kemunduran, bahkan sebagian lagi menyerukan jargon untuk menanggalkan Islam sebagai sebuah solusi untuk menggapai kemajuan karena di dalam benak mereka berpegang teguh kepada tali Islam adalah ‘penyebab’ yang memasung potensi umat ini sehingga tidak mampu melejit ke depan. Namun selayaknya sebagai seorang muslim, cukuplah bagi kita apa yang telah diserukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tercinta dalam hadits di atas, bahwa segala kehinaan tersebut disebabkan karena jauhnya kita dari tuntunan agama.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian telah berjual beli dengan sistem riba, berlaku zalim, sibuk dengan dunia serta meninggalkan jihad, maka niscaya Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian. Kehinaan itu tidak akan hilang, hingga kalian kembali kepada ajaran agama kalian.” (HR. Abu Dawud dengan sanad hasan)
Hadits di atas merupakan penegasan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa kehinaan dan keterbelakangan akan menimpa umat ini tatkala jauh dari tuntunan agama, baik dari segi ilmu dan pengamalannya, serta sibuk dengan dunia. Tengoklah keadaan umat saat ini! Bukankah kehinaan itu telah ditimpakan kepada kita? Bahkan kehinaan itu telah menimpa kita semenjak kurun waktu yang lama
Hadits di atas merupakan penegasan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa kehinaan dan keterbelakangan akan menimpa umat ini tatkala jauh dari tuntunan agama, baik dari segi ilmu dan pengamalannya, serta sibuk dengan dunia. Tengoklah keadaan umat saat ini! Bukankah kehinaan itu telah ditimpakan kepada kita? Bahkan kehinaan itu telah menimpa kita semenjak kurun waktu yang lama
Hadits di atas merupakan penegasan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa kehinaan dan keterbelakangan akan menimpa umat ini tatkala jauh dari tuntunan agama, baik dari segi ilmu dan pengamalannya, serta sibuk dengan dunia. Tengoklah keadaan umat saat ini! Bukankah kehinaan itu telah ditimpakan kepada kita? Bahkan kehinaan itu telah menimpa kita semenjak kurun waktu yang lama.
Hadits di atas merupakan penegasan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa kehinaan dan keterbelakangan akan menimpa umat ini tatkala jauh dari tuntunan agama, baik dari segi ilmu dan pengamalannya, serta sibuk dengan dunia. Tengoklah keadaan umat saat ini! Bukankah kehinaan itu telah ditimpakan kepada kita? Bahkan kehinaan itu telah menimpa kita semenjak kurun waktu yang lama.
Dari artikel 'Menuju Perbaikan Umat — Muslim.Or.Id'







0 komentar:
Posting Komentar